Tuesday, July 15, 2014

Goodbye Papa

Telah berpulang ayahanda ku di Jumat subuh tgl. 11 Juli 2014 kemarin..

Pagi itu jam setengah 4 pagi seperti biasa aku bangun untuk sahur dan sempat melongok ke kamar papaku. Ia tertidur pulas sekali. Aku tersenyum.

Tak lama selesai aku makan sahur, aku beres-beres dan bersiap untuk berangkat kerja. Ketika melewati dapur, sepintas aku ingin memanaskan sup ayam yang semalam ku buat untuk papa, tapi aku mengurungkan niatku karena berpikir "ah, nanti saja suruh mbak panasin siang pas papa mau makan."

Jam setengah 6 pagi aku berhendak pamit dan aku bergegas ke kamar papa. Namun aku lihat dari pintu kamar ada yang tidak beres. Dadanya tidak bergerak! Buru-buru aku nyalakan lampu terang dan memegang kedua tangan papa. Aku panggil-panggil namanya. Kugenggam tangannya. Kedua tangan itu sudah dingin. Semakin erat genggamanku. Jantungku berdetak cepat. Lalu aku cek nadi di tangan dan lehernya. Ia sudah tiada. Papaku kini tiada.

Tak kusangka pagi itu adalah pagi terakhir aku melihatnya tidur dan tersenyum. Tak kusangka semalam sebelumnya adalah malam terakhir aku memasak untuknya. Tak kusangka Allah mengabulkan doaku secepat itu.

Semalam sebelumnya, setelah shalat aku berdoa kepada Allah, "Ya Allah, sembuhkanlah papa. Jangan siksa ia seperti ini. Aku sedih melihatnya seperti itu ya Allah. Bila memang ini sudah waktunya engkau ambil dia, maka saya ikhlas ya Allah."
Papa memang punya penyakit lemah jantung. Pada Februari tahun 2013 beliau masuk RS. Lalu alhamdulillah bisa bertahan sampai sekarang dengan terus minum obat setiap hari. Obat yang membantu jantungnya agar bekerja dengan normal. Sejak saat itu aku memutuskan untuk mengajak papa tinggal berdua di Jakarta bersamaku, karena aku ingin merawatnya. Namun sudah 2 minggu belakangan kondisinya semakin menurun. Hingga bahkan bangun dari tempat tidurpun susah, harus dipapah.

Kini ia sudah tenang di sana, tidak merasakan sakit lagi seperti di dunia. Semoga papa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya ya, Pah.

Goodbye papa..
This is not the end. This separation doesn't make you gone. It makes you even closer to me.
See you in eden..


Love you,


Your only one daughter-


2 comments:

  1. Hi Silvi..
    Salam kenal..merinding baca post kamu..
    aku turut berduka cita yaaaa,,,semoga papa kamu tenang di Surga dan dilapangkan Jalannya..Aminn

    ReplyDelete